Tentang Backpackin’
Backpackin’ adalah majalah on line terbit dua bulan sekali setiap tanggal 25. Ini majalah bisa diunduh dari seluruh sudut bumi selama ada akses internet dan selama si pengunduh mau mengunduh. Awalnya kami bertempat di wordpress, tapi kata orang-orang, dot com itu lebih gaul, maka kami pindah ke dot com (bye bye wordpress….).
Kenapa Indonesia yang diangkat? Kenapa bukan Malaysia atau Amerika sekalian? Karena belum ada yang mengundang ke sana untuk menulis dan karena Indonesia itu terlalu indah. Pukul-pukulan dengan pandan berduri sampai berdarah-darah di Bali, itu indah. Digigit kepiting ketam kenari di Pulau Miangas, itu juga indah. Lampu merah yang selalu dianggap hijau di Medan, itu pun indah. Menjadi wanita/pria gatal karena kena bulu babi di Pulau Tidung, kadang-kadang itu indah. Juga dengan berlari karena dikejar harimau di Pulau Sempu, itu juga indah. Semuanya indah. Itulah alasan kami mengangkat Indonesia.
Dan sejauh ini, belum ada yang menanyakan siapa itu orang-orang di balik Backpackin’, tapi kami tidak peduli dan kami tetap akan menjabarkan:
Khemal Nugroho: “Sampah!” Itu komentar dia kalau kita cerita habis dari sini habis dari situ. Hampir semua tempat yang kita tahu, buat dia biasa banget. Dia baru bilang keren kalau tempat itu betul-betul keren banget yang sejauh ini baru Miangas dan Morotai (tenang, kamu punya banyak teman kalau belum pernah dengar keduanya). Jadi, hati-hati kalau mau cerita ke Khemal, supaya gak di-sampah-sampah-in. Ohya, kenapa Khemal kita pilih jadi Pimpinan Umum? Karena masakan padang ibunya itu top banget. Kalau gak ada itu, sesegera mungkin Khemal kami jadikan office boy.
Ambar Arum: Dulu pernah belajar Komunikasi di Jakarta, jadi kami angkat dia sebagai Pimpinan Redaksi. Menurutnya, Argo Puro adalah gunung terindah. Itu terucap setelah dia turun dari Argo Puro. Sebelumnya, dia mendaki Ceremai, setelah turun juga dia bilang Ceremai yang terindah. Jadi, jangan percaya kalau Ambar bilang ini atau itu yang terindah.
Galih Permadi: Dia adalah Jurnalis di salah satu majalah yang eksis bagi yang menganggapnya eksis. Tapi Galih kami pasang sebagai Kru Artistik karena bodinya yang artistik. Hobinya bawa kamera ke mana-mana, kalau dia mau motret, ya terserah dia, orang kamera kamera dia. Galih tidak suka uang palsu, apalagi uang sobek.
Muhammad Iqbal: Dulu pernah belajar Biokimia di Bogor, jadi kami angkat sebagai Editor (loh?). Menurutnya, Sabang adalah tempat yang paling top untuk snorkeling. Dia bilang itu ke mana-mana. Tapi waktu ditanya, memang sudah pernah snorkeling di mana saja? Dia jawab, cuma Sabang dan Pulau Seribu. Memang, Iqbal kurang bergaul dengan Raja Ampat atau Bunaken.
Kurniawan Aji Saputra: Pemain yang sangat baru di Backpackin’. Aji pernah belajar Ilmu Komputer di Bogor dan dia sekarang kerja sebagai web master di tempat yang lebih baik tidak ada yang tahu, jadilah kami angkat sebagai Web Master di Backpackin’. Dia tidak tahu Argo Puro ketika Ambar bicara Argo Puro. Dia tidak tahu Pulau Seribu waktu Iqbal cerita Pulau Seribu. Dia cuma tahu 0 dan 1.





sama-sama dian
keren… salut….. pengen banget bisa jalan2 bareng sama kalian…
yahh gua baru pemula, belom pernah juga backpacking kemana-mana, bunaken? raja ampat? jogja, papua, medan, aceh gua belom pernah, cuman punya koleksi oleh2nya doang haha adakah anak muda yg mau backpacker bareng gua ? ahha
keren….
salam kenal
terima kasih
salam kenal juga dan salam ransel viar!