Backpackers Ke Desa Sawarna

Backpackin May 2, 2011 13

(Aria Nugroho) Day I (22 April 2011)

Sekedar sedikit share perjalanan kita kemarin ke Sawarna-Lebak (Mungkin letaknya perbatasan antara Pelabuhan Ratu dan Rangkasbitung). Sebenarnya rencana awal saya pribadi ke pulau Tidung, karena saya jarang banget tripin ke daerah pantai, mungkin karena saya gak bs berenang jadi saya sedikit parno kalo mau jalan ke pantai J. Tapi rencana tersebut saya cancel (entah kenapa), hingga akhirnya kawan saya bernama Megah mengajak saya untuk tripin ke Sawarna, singkat cerita saya pun bersedia untuk meng-iya kan ajakan tersebut. Lalu kawan saya dari BPC (BackPackers Club) Jabodetabek bernama Jimmy juga ingin ikut kami di trip kali ini.

Rencana awal kami berangkat ber-6 yaitu : Aria(saya), Megah, Irene (keponakan Megah), Dita (Keponakan Megah), Jimmy (BPC Jabodetabek), dan satu lagi kawan nya Megah, tapi karena suatu alasan, kawan nya Megah tidak jadi ikut. Kami pun langsung membuat janji, rencana awal kami berangkat melalui jalur kereta Tanah Abang-Rangkas Bitung, meeting point pun di tentukan di stasiun Tn. Abang. Tapi akhirnya rencana itu pun berubah, Megah memberi masukan agar kita melalui jalur Pelabuhan Ratu, dan kami pun setuju untuk merubah meeting point yang semula di stasiun Tn. Abang menjadi Terminal Kampung Rambutan pada pukul 5.30 WIB.

Hari yang telah ditentukan pun tiba pada Tanggal 22 April 2011 pukul 5.00 saya pun terbangun, saat saya buka HP, ternyata Megah SMS memberitahu bahwa dia telah meluncur dari rumah nya di kawasan Lubang Buaya. Setelah saya Mandi dan Sholat, saya pun siap berangkat tidak lupa minta doa restu kepada kedua Orang Tua saya, karena packing sudah siap dari malam, jadi saya pun langsung bergegas menggunakan motor di antar adik saya menuju Terminal Kampung Rambutan.

Janjian pukul 5.30,tp saya agak terlambat tiba di kp. Rambutan, tiba di kp Rambutan 5.49, Setelah beli rokok dan permen saya langsung menuju pintu masuk Terminal Kp. Rambutan, di pintu masuk sudah ada Irene dan Megah, sementara Jimmy mengajak untuk ketemuan di Baranang Siang, begitu juga dengan Dita (berhubung rumahnya di Cipanas-Bgr). Masuk Terminal Kampung Rambutan bayar Rp.200, agak lama menunggu akhirnya bus AC Agra Mas pun tiba, 6.30 brangkat dari Terminal Kp. Rambutan ke Terminal Baranang Siang-Bogor, dengan tarif Rp.7.000.

Pukul 7.42 kami tiba di Terminal Baranang Siang, disitu sudah menunggu si Dita, sementara si Jimmy belum menampakan batang hidung nya, ternyata dia masih di terminal Kampung Rambutan, akhirnya kami pun janjian untuk bertemu di Terminal Pelabuhan Ratu. Kebelet kencing,saya pun kencing dulu di WC umum terminal Rp.1500, setelah kencing kami langsung naik bus MGI AC (bogor-pl ratu) Rp.25.000, karena tarif AC dan Non-AC beda Rp.5.000, kami pun memilih naik AC .8.00 kami beranjak dari Baranang Siang.

Setelah melewati kemacetan di beberapa daerah, akhirnya kami sampai di Terminal Pelabuhan Ratu jam 13.26. Berhubung perut belum di isi dari pagi, maka kami pun cari makanan sambil menunggu Jimmy tiba. Kami pun makan di Warung sederhana, saya memesan nasi+balado tongkol+cumi+teh tawar hangat habis Rp.10.000. Baru sekitar 3 menit saya makan HP berbunyi “Jimmy –BP- calling”, ternyata beliau sudah tiba di Terminal Pelabuhan Ratu, setelah sedikit basa-basi, kami pun mengajak Jimmy untuk makan dulu. Setelah makan kami bernegosiasi dengan supir ELF yang akan membawa kami ke Sawarna, akhirnya kami pun mencapai kesepakatan Rp.30.000 langsung ke Sawarna (Karena trayek aslinya hanya ke Bayah,tidak ke sawarna).

14.02 kami bergegas dari Terminal Pelabuhan Ratu menuju Sawarna. Di tengah perjalanan ada sedikit cerita menarik,saat kita melewati daerah pantai sukabayana, seorang penumpang memberi tahukan klo di sekitar sini ada yang namanya pasar “monyet”, monyet disni di artikan sebagai wanita² PSK,katany lho..he..sepanjang perjalanan memang tidak membosankan seperti saat dari Bogor ke Pelabuhan Ratu, selain bebas macet karena kami di sini di suguhi pemandangan indah laut Selatan di sebelah kiri kami ,dan sawah di sebelah kanan..setelah itu kita mlewati pantai karang hawu pd pkl 14.25, dengan sensasi kebut²an dr sang sopir ELF dalam melibas tikungan tajam dan naik turun bukit, akhirnya setelah di gojlok perut kami, sampai saya sendiri hampir jackpot J.

Jam 15.52 kami menginjakan kaki di jembatan gantung Sawarna. Foto² dulu, kita langsung mencari homestay, ternyata semua homestay sudah penuh, mungkin karena bertepatan dengan Long Weekend ya, hingga akhirnya Megah,Irene, dan Dita mendapatkan penginapan di “Homestay Widi” dengan tarif Rp.80.000 -/orang (include 3x makan), tapi saya dan Jimmy mencoba mencari penginapan lain (karena menurut kami mahal bisa² kita kehabisan duit duluan sebelum pulang J). Walaupun kami belum dapat penginapan, kami agak sedikit masa bodo, karena nge-camp di pantai pun mungkin bisa jadi pilihan terakhir kami. Tidak mau ambil pusing saya berdua bergegas ke pantai, setiba nya di pantai kami bertemu kawan dari BPC Jabodetabek juga, Indah dan 2 temanya yang sebelumnya memang kita janjian bertemu di Sawarna karena mereka bertiga berangkat dengan Motor.

Setelah berbasa-basi saya dan Jimmy langsung menyusuri pantai sementara ketiga kawan kami mencari homestay . Saya benar² tidak henti² nya mengucapkan “Subhanallah” di dalam hati melihat keindahan ciptaan-Nya yang benar² tidak bisa dibandingi dengan hasil karya manusia manapun di jagat ini. Pantai yang putih lembut, debur ombak besar yang tidak pernah lelah untuk datang silih berganti menyapu tepi pantai. Keindahan pantai ini tidak berhenti sampai disitu, Tanjung Layar, begitu lah tempat ini disebut, berdiri kokoh 2 Tebing di tengah² karang dengan background Laut Selatan yang terkenal dengan Nyi Roro Kidul nya, berdiri berdampingan seperti sang kakak menggandeng adiknya. BTW bule² banyak juga lho yang pada surfing d sni..mantap..he. Sunset pun tiba kita sibuk bergaya dengan background langsung Sang Surya yang seolah melambaikan tanganya sambil berkata “sampai jumpa lagi hai anak adam d hari esok jika Allah masih menizinkan”, seiring kepergiannya gelap pun tiba. kita kembali ke penginapannya Megah cs menyusuri ladang sawah penduduk sekitar, selang berapa menit kami mendapat info bahwa Indah cs menawarkan untuk saya dan jimmy bergabung bersama mereka dihomestay yang mereka dapatkan dengan tarif Rp.75.000 -/orang (include 3x makan), lumayan irit 5.000 J. Bikin janji untuk acara besok dengan megah cs,kami pun terpencar menjadi 2 homestay.

Setelah saya ishoma. Kami di suguhi makanan oleh pemilik homestay, makananya mantab sob..ada nasi+ikan goreng+tempe orek+sambel tomat..wedeh..mantaaaaaaaabbb. Kelar makan kita ngobrol² ketawa-ketiwi..tmbh mantap..maen remi..bener² malam yang hangat padahal kami sebelumnya belum pernah berjumpa (kecuali jimmy dan indah, yang sebelumnya pernah tripin bareng juga) jam 00.00 qt jurig malam k pantai lagi..Subhanallah..baru kali ini saya lihat ombak setinggi ini (norak banget ya J),sampai² distorsi yang dihasilkan juga benar² gaduh..Maha Suci Allah dengan semua ciptaan-Nya..1.38 back to homestay..bobo dlu..see u tomorrow..

Day II (23 April 2011)

05.00 saya dibangunin Jimmy untuk hunting sunrise, saya cuci muka sekalian wudhu dan sholat subuh, kelar sholat langsung cabut nguber sunrise, tapi yang berangkat Cuma saya,jimmy dan indah, yang lainnya tidur mungkin karena kelelahan bawa motor. Menurut penduduk sini sunrise point nya ada di lagoan pari(bener gak si tulisannya), gak banyak cincau kita langsung berangkat kesana pake motor, tapi apalah daya kita gak nemuin jalan ke lagoan pari, terpaksa kita nongkrong di Tanjung Layar, walaupun bukan sunrise point tapi view nya juga keren lho J. Sambil lihat bapak² mancing lobster, kita foto² lagi bersama dengan datang nya sinar mentari pagi ditemani deburan ombak yg smakin keras, lebih keras dari kemarin sore, kita nongkrong di warung pinggir pantai sebntar sampai jam 07.03 balik ke penginapan, tidur dulu sebntar kumpulin tenaga untuk eksplore nanti siang sama perjalanan pulang ke Jakarta.

08.30 bangun..sarapan nasi goreng+telor mata sapi+bakwan+kerupuk udang, patut digaris bawahi, enak banget ne bakwan nya..he. Kelar makan jam 9.12 kita bergegas ke Goa Lalay, dapet info kami disuruh pk guide sama sewa senter, tapi kita gak mau, berhubung jimmy n indah bawa senter, so kita gak perlu keluar duit lagi J yang penting jangan lupa bawa senter aja kalo mau ke Goa ini. Menyusuri jalan pedesaan kira² ada sekitar ±1km dari homestay kami (dekat jembatan gantung sawarna), ditengah perjalanan lagi² kami disuguhi kali yang dangkal dan bersih bersanding dengan sawah² penduduk local, di tengah jalan kami bertemu rombngan Megah cs yang sudah lebih dulu mengunjungi Goa Lalay, tidak lama setelah itu kami bertemu jembatan gantung lagi, kali ini jembatanya lebih panjang dan lebih rusak daripada yang ada di sawarna tadi. Masuk goa,penuh lumpur, dan banyak stalakmit or stalaktit gitu, tau apa lah namanya J(maklum bkn bidang ny jd gk ngrti) gelap pekat, lumayan panjang sekitar ±250 m ada kali ya,kita di dalam goa gak lama sekitar 45 menit,setelah puas menyusuri goa dan berfoto² kami keluar Goa.

Back to homestay, panas euy FYI kalo bisa jangan pake pakaian warna hitam deh, coz mantap banget panasnya..he..setelah keluar Goa, kita melewati jembatan gantung yang tadi lagi, disini kita di kenain biaya retribusi Goa gitu Rp.2.000 -/orang. Sampai homestay jam 11.00,ngaso dulu sambil ngeringin badan dari keringet, mandi, makan deh dengan menu nasi putih+ayam goreng+tempe goreng+sayur kangkung+sambel tomat,wah makanan terakhir di sawarna ne untuk trip kali ini, special thanks to bu buyanah, yang sudah ngasih tempat istirahat dengan harga dibawah rata² dan makanan yang mantep²,o y kamar nya jg lega n bersih lho, cukup untuk 10 orang juga masih nampung,dgn kasur 2 ranjang dan 1 kasur gelaran yang gede.

Setelah makan pas banget adzan dzuhur, sholat dulu, langsung packing, janjian sama Megah cs yang penginapan nya terpisah dari kami, janji ketemuan jam 12.00 di jembatan gantung, tapi sampai jam 12.49 belum dateng juga, katanya maknan di penginapan mereka belum siap. Sambil menunggu saya berdoa mudah²an gak ketinggalan mobil yang ke Terminal Pelabuhan Ratu. Jam 13.10 akhirnya datang juga tu 3 srikandi J. Pamitan sama jimmy (dia bareng sama rombongan motor), n gak sempet pamit sama yang lain, ada yang lagi tidur sementara indah lagi mandi, Cuma sempet titip salam untuk mereka, langsung meluncur naik ojek ke simpang ciawi kena biaya Rp.20.000, kita harus ke simpang ciawi dulu untuk nunggu ELF Bayah-Pelabuhan Ratu, 14.15 kita sampai di simpang ciawi. Alhamdulillah disni si Megah berhasil dapet omprengan free sampai Terminal Pelabuhan Ratu, lumayan ngirit 20.000 J..Alhamdulillah..fto2 dlu ah d tumpangan..ha..

Jam 16.00 kita sampai di Terminal Pelabuhan Ratu,Disini kita pisah sama Dita, Dita naik bus yang ke Sukabumi, karena rumah nya di Cipanas, sementara kita bertiga tetap melaju pulang ke Bogor dulu..perjalanan lumayan jauh, so, bobo dlu ah J. Terbangun sama tukang tahu dan tukang onde2, liat jam di HP 18.25, baru sampaui Cibadak..lapaaaar..he..o y,ongkos bus MGI AC Pelabuhan Ratu-Bogor Rp.25.000 ya. Macet parah, berhubung Long Weekend kali ya, unutng sopir busnya gokil, ugal²an jadi bisa agak cepet sampai Barang Siang. Jam 20.53 kita turun di Terminal Baranang Siang, si Megah dan Irene mau kencing dulu. Langsung cari bus Agra Mas yang ke Kampung Rambutan, Rp.7.000 AC..he..goodbye West Java..Jakarta we coming again. Jam 21.59 sampai di Pasar Rebo disini saya berpisah sama Megah dan Irene mereka pulang ke Lubang Buaya dan saya ke Lenteng Agung. Walaupun cuma 2 hari, tapi menjadi sebuah pengalaman yang indah..

Pengeluaran :

Arga Mas AC Kp Rambutan – Bogor = Rp. 7.000

MGI AC Bogor – Pelabuhan Ratu = Rp.25.000

Makan di Terminal Pelabuhan Ratu = Rp.10.000

ELF Pelabuhan Ratu – Sawarna = Rp.30.000

Homestay (include makan 3x) = Rp.75.000

Goa Lalay = Rp. 2.000

Ojek Sawarna – Simpang Ciawi = Rp.20.000

MGI AC Pelabuhan Ratu – Bogor = Rp.25.000

Arga Mas AC Bogor – Kp Rambutan = Rp. 7.000

Angkot Pasar Rebo – Lenteng Agung = Rp. 3.000

WC Umum Baranang Siang = Rp. 1.500

WC Umum Pelabuhan Ratu = Rp. 1.000

Tolak Angin 2 pcs = Rp. 3.000

Masuk Terminal Kp Rambutan = Rp. 2.00

Total : Rp.209.700

Foto : Lindawati

13 Comments »

  1. andrie September 27, 2012 at 8:15 am -

    kalau dari homestay Widi ke Lagoan Pari deket ga sih om? kalau jalan kaki berapa lama ya ?
    hehhee :bingung:

  2. sawarna May 22, 2013 at 6:07 am -

    Perjalanan ke legon paru hampir 3km.. jalan kaki sekitar 1.5 jam lah

  3. fathur May 29, 2013 at 6:57 am -

    Wuih enak bgt neh kaya’a… minta contact home stay yg bu buyanah donk gan….

Leave A Response »

[+] kaskus emoticons nartzco