Manfaatkan Tourism Information Centre

Oleh/Foto : Muhammad Iqbal : Tiap provinsi di Indonesia punya Tourism Information Center (TIC), malah gak jarang yang TIC nya bagus sampai di tiap kabupaten. Bagus dalam arti mereka punya peta, punya informan andal, punya kontak ke mana-mana (losmen murah, sewa mobil/motor, dsb). Sayangnya, turis Indonesia malah jarang yang pakai jasa TIC. Padahal gratis loh, petanya juga dapat gratis (kalau ada).

Kalau saya, biasanya dapat info lokasi TIC dari Lonely Planet. Prediksi saya, bisa dilacak kalau kita mampir ke Dinas Pariwisata setempat. Lihat situs Dinas Pariwisata, telepon saja dulu, tanya TIC nya di mana. Lokasinya biasanya strategis, di dekat pelabuhan, di pusat kota, di sebelah tempat wisata, dsb.

Beberapa pengalaman saya mampir di TIC:

Jogja: letaknya di Malioboro. Dulu saya ngambil peta kota Jogja dan Provinsi Jogja (beda peta). Bagus loh, ada beberapa tempat wisata yang malah saya baru tahu setelah baca, seperti Gumuk Pasir (semacam padang pasir) di daerah Pantai Depok (kalo gak salah).

Solo: letaknya pas di dekat Museum Radya Pustaka. Dapat peta Solo kota. Saya tanya tentang penginapan-penginapan murah, si informannya bisa jawab.

Padang: lokasinya di depan Pantai Padang, gabung sama Dinas Pariwisata Kota Padang. Dapat peta Padang, peta Bukittinggi, peta Sumbar. Saya tanya kontak kapal ke Siberut dia gak bisa jawab. Saya tanya jadwal kereta api dari Padang ke Payakumbuh, dia bisa jawab.

Bukittinggi: pas depan-depanan sama Jam Gadang. Saya senang karena dia buka hari Minggu. Peta yang mau dia kasih, saya sudah punya, dapat dari TIC Padang, jadi gak saya ambil. Foto-fotonya banyak. Saya dikasih tau cara ke Harau, Pagaruyung, dan Singkarak. Sip deh, malah disuguhin teh juga, hehe.

Brastagi: dekat pasar, pas depan tugu perjuangan. Dapat peta Brastagi, walau cuma fotokopian dan kurang jelas. Semua pertanyaan saya, bisa dia jawab. Logatnya keras (wajar, batak), tapi orangnya asik.

Medan: Jl A Yani, sebelah Tjong A Fie Mansion. Dapat peta fotokopian peta kota Medan, tapi petanya ribet, gak bagus. Dapat peta Sumut, yang ini lumayan, lengkap dengan penjabaran tempat-tempat wisatanya. Setting tempatnya bagus, mirip kafe, tapi kok sepi ya?

Tanjung Pinang (Bintan): gak jauh dari pelabuhan. Cuma punya peta kota Tanjung Pinang, itupun tinggal satu dan setelah perjuangan nyari di selipan-selipan. Saya tanya, kok gak punya peta? Dijawab, iya, yang stok dari anggaran 2008 (kalo gak salah) habis (saya ke sana 2012).

Seringkali TIC ini jadi andalan saya. Tapi, kelemahan informasi dari TIC ini adalah, terkadang tempat wisata yang biasa diposisikan sama seperti tempat wisata yang sudah ternama. Jadi mendingan, setelah dapat flyer/selebaran atau apapun itu namanya (yang biasanya bisa dilipet2 masuk kantong), browsing dulu di internet, atau tanya lebih dalam ke petugasnya di situ.


Cari juga artikel lain tentang :

, , , , ,

Leave a Reply