Woro, Dalang Cilik Penerus Nyai Kenya Carita

Backpackin December 21, 2012 Comments Off

Foto: Woro (berkebaya putih) dalang cilik wanita asal Semarang

Tak ada yang menyangka, tembang macapat yang dinyanyikan Ki Sri Hadi (52) tiap pagi kepada cucu, Woro Mustiko Siwi, membuat cucunya kecanduan tembang macapat. Kelas dua sekolah dasar, genduk Woro, sapaan akrabnya, sudah menjadi jawara tembang macapat tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Aku cita-citanya ingin jadi dalang dan pesinden,” ujar Woro saat ditemui Backpackin Magz, jelang pentas wayang kulit yang diadakan Amerta Laksita, kelompok tari di RW I, Kelurahan Sampangan beberapa waktu lalu. Siswi kelas empat SD Jomblang I Semarang itu mengatakan dia mengaku senang jika harus memainkan tokoh wayang Buto Cakil. “Aku senang Buto Cakil karena gerakannya cepat dan patah-patah saat bertarung,” imbuhnya.

Woro menceritakan jika dirinya saat ini meraih predikat dalang cilik potensi usai mengikuti Lomba Dalang Cilik di Surakarta, Mei lalu. “Dalang potensi tingkatnya di bawah generic viagra canadian dalang dadi,” ujar dara kelahiran 29 Agustus 2002.

Provokasi sang kakek hingga Woro menyelami seni budaya Jawa sangat didukung ayah ibunya, Agus Purwo Murdoko (30) dan Retno Musthi Sari (29). Menurut sang ibu, keluarganya memang dididik untuk bisa nembang atau mendalang. “Tidak ada yang tidak bisa nembang di keluarga kami,” ujarnya.

Retno menuturkan jika bakat nembang Woro sudah terlihat ketika umur dua tahun. Menurutnya, selain dinyanyikan tembang tiap pagi oleh kakeknya, Woro dijejali musik karawitan di rumahnya, Delikrejo RT 07 RW 11, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang.  “Di rumah sering ada latihan karawitan. Ini membuat Woro saat umur tiga tahun Woro sudah menguasai laras,” ujarnya. “Kemampuan nembang Woro menjadi pendukung saat dia menjadi dalang. Dan itu menjadi keunggulan tersendiri bagi Woro,” imbuhnya.

Sang ayah mengatakan jika Woro adalah anak istimewa yang suka dengan hal baru. “Dia mudah menghafal dan cepat bisa jika menemukan hal baru. Baru setengah tahun mendalang sudah mendapatkan predikat dalang potensi, itu berarti ada keistimewaan dengan anak ini,” imbuhnya.

Tak ada niatan lain yang dilakukan Ki Sri Hadi kecuali menggiring cucunya untuk bisa meneruskan titah sang nenek buyut, Nyai Kenya Carita yang juga menjadi dalang putri di Keraton Surakarta. “Saya hanya meneruskan generasi keluarga untuk nguri-nguri budaya Jawa sesuai pesan nenek buyut Woro,” ujarnya.

Pria separuh baya yang juga seorang dalang itu menambahkan jika dia tidak memungkiri dengan seni anak cucunya bisa mencari rezeki. “Dengan menjadi seniwati handal, bisa menjadi bekal Woro untuk mencari rezeki,” ujarnya. Namun, lanjut Ki Sri Hadi, keluarga tidak mengesampingkan pentingnya pendidikan. “Biar Woro bisa mencari rezeki selain lewat pendidikannya,” imbuhnya.

Comments are closed.